Kemunculan Sifat Licik Manusia

March212011


Kelicikan manusia, sebuah kondisi yang mencerminkan suatu ketidak normalan bertindak, memang kita akui semua orang memiliki kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum, hanya saja jika dia memahami makna hukuman yang akan diterimannya maka kecenderungannya akan bertindak jujur. Manusia diberi dua pilihan oleh Allah SWT mau melalui jalur sorga alias kebenaran maupun jalur neraka alias jalur dosa, setiap orang dengan leluasa diberi kebebasan memilih, karena jalur pilihannya tidak langsung mendapatkan balasan secara fisik sehingga banyak manusia yang menyepelekan, oleh karenanya seperti tanpa dosa saja orang melakukan perbuatan yang melanggar hukum, misalnya korupsi , manipulasi, dan model kong kalikong lainnya yang merugikan negara dan masyarakat, bahkan perbuatan a susila dengan gampang dipertontonkan kepada masyarakat umum. Jaman ini memang seperti memasuki jaman kolobendu, ditandai dengan mudahnya manusia melakukan perbuatan dosa dengan terang terangan, banyak pelaku pejabat yang nyata nyata melakukan pelanggaran hukum masih saja berani tampil dimuka umum dengan senyum senyum, bahkan mengatakan bahwa perbuatannya tidak ada yang salah. Salah satu sebab mengapa manusia memiliki sifat licik, inilah yang akan kita bahas dalam tulisan ringan ini, manusia jika sudah dalam kondisi kepepet alias terdesak maka akan menghalalkan segala cara, walaupun sebenarnya hati kecilnya bertentangan namun dalam upaya untuk menutupi kelemahannya maka dia bersedia melakukan perbuatan tersebut, oleh karenanya suatu saat kita bisa melakukan jurus ini jika koridur hati kita yang terdalam sudah lemah dan keimanan kita lemah, dalam ajaran Islam disebutkan kita tidak boleh memakan bangkai saudaranya sendiri, alias kita tidak boleh membiarkan saudara kita seiman sampai terjerumus kehal yang melanggar hukum, seyogyangan kita harus segera cancut taliwondo untuk membantu saudara kita, agar tingkat keimanan tetap terjaga, hal ini dimasudkan agar saudara kita yang sedang bermasalah ini tidak terjebak dalam kufur nikmat/senang dengan perbuatan dosa, oleh karena itu wahai saudara saudaraku seiman seyogyanya jika ada teman kita yang mengalami kesusahan maka cobalah kita bantu sekuat tenaga kita dalam bentuk apa saja , tidak selalu dalam bentuk materi tetapi bisa juga dalam bentuk sumbang saran dan memperkenalkan kepada teman kita yang bisa mengatasi masalahnya, karena Menurut Hadist Nabi kita , sebaik baiknya manusia adalah manusia yang sebesar besarnya bermanfaat bagi manusia yang lain , sumbangsih kita kepada sesama yang merupakan tolok ukur tingkat keimanan kita, semakin banyak yang kita bantu maka sebenarnya itu semua merupakan tabungan kita kelak yang bisa kita gunakan sebagai amal ibadah kita dan itu merupakan investasi akhirat.Oleh karena itu jangan sampai saudara kita menggunakan kelicikan atau akal bulusnya untuk dalam menyelesiakan masalah , karena jika dibiarkan maka semua masalah jika diselesaikan dengan melanggar hukum maka akibatnya akan panjang,dan berlarut larut. Setiap manusia yang sadar akan kondratnya maka dia akan berfikir seribu kali jika akan melakukan perbuatan melanggar hukum , karena akibat yang ditimbulkannya akan fatal dan merembet sampai ketingkat berkurangnya keimananan, sehingga dimata Allah digolongkan orang yang merugi, sehingga pada akhirnya dia merasa semua perbuatanya tidak barokah sehingga akan lebih buruk kondisinya, semua jika ada niatan jelek maka hasilnya pasti tidak barokah , tetapi jika perbuatan berniatan hal yang baik maka hasilnya bisa diopastikan barokah. Sekali lagi kepada saudara saudara kita seiman , coba kita merenung sebentar seberapa besar sumbangsih yang telah kita lakukan untuk kebaikan sesama, kalau dalam hari ini belum melakukan perbuatan yang baik maka kita dogolongkan orang yang pelit, tetapi jika kita sudah terbiasa berbuat baik kepada sesama maka kita digolongkan orang yang beruntung , orang yang beruntung akan menemui segala sesuuatunya dengan mudah karena ada kekuatan Ilahi yang senantiasa membimbingnya kejalan yang dirihoi Allah, sekali lagi marilah kita berupaya untuk melakukan perbuatan yang mendukung tidak terwujudnya niat licik yang dilakukan oleh saudara kita yang dalam kondisi terhimpit kasulitan ekonomi atau bermasalah , karena jika bisa memberikan bantuan kepada mereka maka nilainya disisi Allah sangatlah mulia dan bernilai Sorga janatun naim , imbalannya adalah Sorga, oleh karena itu marilah kita tidak pelit untuk membantu teman atau saudara yang memang mengalami kesusahan atau penderitaan , oleh karenanya harta yang barokah jika diberikan kepada orang lain yang sedang kesusahan atau sedang menderita akan dilipat gandakan oleh Allah dengan hitungan deret Hitung alias berlipat lipat ... percayalah..
Source
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

5 tanggapan untuk "Kemunculan Sifat Licik Manusia"

Jongos pada 06:57, 21-Mar-11

Pertamax gang?mudah" an kita diauhkan dari sifat2 tercela trmasuk licik/curang

Mahabbah pada 11:15, 21-Mar-11

Aku wis g iso kument upu2,artikele jan mantep..
nokiahack.heck.in

Dicx's Blog® pada 16:04, 21-Mar-11

[h3]@jongos: amin gan, smoga qt slalu dlm lndunganNYA mrgreen[/h3]

[h3]@mahabbah: thax gan..mrgreen[/h3]

Awang Haldis pada 18:44, 21-Mar-11

Dunia memang sudah mau kiamat bos cry

Dicx's Blog® pada 07:13, 22-Mar-11

[h3]@awang: ea mngkn ja bos.. Orng2.a tmbah gk kru2an..[/h3]

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

Silakan masuk untuk berkomentar

 
Kembali ke Atas